Friday, February 8, 2013

DHA dan Kecerdasan otak

Kecerdasan menyeluruh seseorang terbentuk selama masa kanak-kanak, dimulai dari pertama kali konsepsi. Nutrisi memegang peran yang kritis dalam kecerdasan. Faktor-faktor yang lain diantaranya adalah lingkungan yang menstimulasi indera mereka, dan kasih sayang dan pendidikan dari orang tua mereka. Otak terdiri dari 60% lemak secara berat, dan DHA merupakan asam lemak yang paling banyak terdapat di otak. Sebagian besar lemak yang terdapat di otak adalah di dalam membran sel dari saraf dan dalam pelindung myelin yang melapisinya. Tipe dan proporsi lemak dalam membran sel menentukan seberapa efektif sel otak berkomunikasi. Jika seorang dewasa kekurangan lemak yang tepat, otaknya tidak akan berfungsi secara optimal, dan jika seorang anak kekurangan lemak yang tepat, otaknya tidak akan berkembang atau berfungsi secara optimal. Ilmuwan kini telah mengungkapkan bahwa berbagai macam penyakit mental termasuk penyakit Parkinson, depresi, Alzheimer, demensia dan skizofrenia berhubungan dengan kekurangan asam lemak penting, dan dengan ketidakseimbangan antara asam lemak Omega-6 dan Omega-3. Contohnya, anak-anak dengan penyakit attention deficit hyperactivity disorder (ADD/ADHD) yaitu penyakit sulit berkonsentrasi dan hiperaktif, telah menunjukkan tingkat DHA yang rendah di dalam darah mereka. Bayi mendapatkan sumber DHA dari ASI. Memberikan ASI kepada bayi telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kecerdasan anak karena salah satu nutrisi kunci yang berguna untuk meningkatkan kecerdasan adalah DHA yang terdapat dalam ASI. Setelah anak tidak mendapatkan ASI lagi, DHA masih sangat dibutuhkan untuk perkembangan optimal otak dalam masa balita mereka. Karena itu, balita sangat membutuhkan DHA dalam makanan mereka sehari-hari. (Ibudanbalita.com)